Air dan Api

Tenggelam dalam sungai yang deras. Tidak bisa berenang. Ya, karena alasan itulah aku tenggelam. Terlalu banyak air yang kuminum. Dan derasnya aliran sungai membuatku sulit untuk bergerak. Aku sedang bercerita tentang kehidupanku. Kau adalah teman bersifat api dan aku air.
Air tak selamanya mengenal api dan seharusnya memang air tidak mengenal api. Kobaran itu sulit ditangani. Air tak cukup baik untuk selalu memadamkan. Seharusnya api tahu itu. Jangan memaksa! Aku bukan orang yang baik jika terinjak.
Kabar burung itu membuatku risih, tak tenang dan tak bisa kupadamkan lagi. Terlalu banyak api kecil yang bertebar di dada orang.
Ini bukanlah kehidupanku. Air tak seharusnya mengenal api. Api mungkin saja membakar air. Sebaiknya air tak mengenal api. Begitulah seharusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s